cari di sini

Loading

Sunday, June 9, 2013

HUBUNGAN PEMBERIAN IMUNISASI BCG DENGAN KEJADIAN
TUBERKULOSIS PARU PADA ANAK BALITA DI BALAI
PENGOBATAN PENYAKIT PARU-PARU
AMBARAWA TAHUN 2007
Pada tahun 1994 – 1995 diperkirakan di Indonesia terdapat 1,3 juta kasus
tuberkulosis baru pada anak di bawah usia 15 tahun dan merupakan 5 – 15%
seluruh kasus TB (Santoso, 1994).
Pada tahun 2006 angka temuan kasus baru (Case Detection Rate/CDR)
di Indonesia sebesar 74% atau didapati 174.704 penderita baru dengan
BTA/Basal Tahan Asam positif. Angka kesembuhannya (Sucses Rate/SR) 89%.
Hal ini melampaui target global, yaitu CDR 70% dan SR 85%. Angka kejadian
tuberkulosis menurun dari 128/100.000 penduduk pada tahun 1999 menjadi
107/100.000 penduduk pada tahun 2005. Dalam kenyataannya angka kejadian
itu tidak sama untuk seluruh Indonesia, dimana angka kejadian di Sumatera
160/100.000 penduduk, Jawa 107/100.000 penduduk, Yogyakarta/Bali
64/100.000 penduduk, dan kawasan Indonesia timur (Kalimantan, Sulawesi,
NTB, NTT, Maluku, dan Papua) 210/100.000 penduduk (Depkes RI, 2007).
Pada tahun 2001 sampai dengan 2004 Prevalensi TB Paru di Kabupaten
Semarang sebesar 2,8% dan pada tahun 2005 menurun sedikit menjadi 2,4%
(Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, 2005,2006), tetapi belum mencapai
target yang ditetapkan WHO yaitu sebesar 0,01%. Prevalensi TB Paru di
Kabupaten Semarang dari tahun ketahun tetap tinggi meskipun strategi
penanganan yang diterapkan relatif sama, yaitu pencegahan dengan Imunisasi
(Expanded Programme on Imunization), penemuan penderita (Case Detection)
dan pengobatan dengan strategi DOTS (Directly Observed Treatment
Shortcourse) atau pengobatan dengan pengawasan minum obat secara
http://skripsistikes.wordpress.com/kumpulan-jurnal-kesehatan/ ditranslet oleh Lisa Gusriwati

No comments:

Post a Comment

Post a Comment